Sunday, May 29, 2016

cara menulis puisi bebas


                                                            Menulis Puisi Bebas
                                                          Oleh: Edi Susilo, S.Pd.
Menulis puisi tidaklah sulit. Yang penting adalah kamu harus menentukan tema puisi. Apa yang akan kamu tuliskan dalam puisimu. Kamu dapat menulis puisi berdasarkan pengalaman yang berkesan atau sesuai isi hati saat itu. Dalam suasana hati yang sangat emosional (sedang jatuh cinta, patah hati, kecewa, sedih, bahagia), kamu lebih mudah menulis sebuah puisi.
Puisi bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Aturan yang dimaksud misalnya jumlah kata, jumlah baris, jumlah bait, dan persamaan bunyi atau rima. Dalam puisi bebas, aturan-aturan itu boleh diikuti boleh tidak, yang terpenting adalah bagaimana pikiran dan perasaan itu dapat diekspresikan dengan pilihan kata yang tepat sehingga menghasilkan makna yang tajam dan mendalam.
Contoh:
                       Karangan Bunga
                        Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi

           (Taufik Ismail, Tirani, 1966

Dalam menulis puisi bebas, kamu bebas mengekpresikan pengalaman-pengalaman hidup, pikiran, perasaan, imajinasi, atau cita-caita. Ekspresi dalam menulis puisi tetap harus memperhatikan estetika atau keindahan berbahasa. Ekspresi yang disampaikan dengan bahasa penuh keindahan akan dapat menghadirkan kenikmatan tersendiri bagi pembaca.
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang terdiri atas bait dan baris. Baris dan bait tersebut terdiri atas susunan kata yang indah dan padat. Kata tersebut dipilih sesuai situasi dan kondisi isi puisi. Makna kata dalam puisi akan mencerminkan makna puisi secara keseluruhan. Pilihan kata dalam puisi disebut dengan istilah diksi.
Adapun langkah-langkah menulis puisi bebas, antara lain sebagai berikut
1.      Menentukan tema atau pokok permasalahan puisi yang akan dibuat.
Contoh: Karangan Bunga
2.      Mendaftar kata yang sesuai dengan tema
Contoh: Pita hitam, Bunga
3.      Menyusun kata menjadi baris demi baris.
Contoh: Pita hitam pada karangan bunga
4.      Menyusun baris-baris puisi menjadi bait.
                     Contoh:  Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
5.      Koreksi kembali antara ketepatan diksi dengan makna.
6.      Padatkan kata-kata dalam puisi tanpa mengurangi makna.
Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai. Tentukan terlebih dahulu temanya. Misalnya: kepahlawanan, kemanusiaan, keindahan alam, keagungan Tuhan,w atau kecintaan terhadap tanah kelahiran. Kemudian tulis dalam bentuk puisi dengan memperhatikan pemilihan kata-katanya atau diksi. Pemilihan kata atau diksi sangat penting karena dengan pemilihan kata atau diksi yang tepat maka suasana dan perasaan penulis dapat terungkap dengan baik.
Contoh:
            Puisi I
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
            Puisi II
Habis musnah
Segala cintaku hilang lenyap
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Habis kikis dan hilang terbang sengaja dipilih oleh pengarangnya karena pertimbangan rasa sekaligus pertimbangan irama. Kata habis kikis terdengar lebih merdu karena ada perulangan bunyi (rima) is pada kata habis dan kikis. Kata kikis menguatkan makna habis sampai tak tersisa sama sekali. Adapun, kata habis musnah dan hilang lenyap, tidak menimbulkan kemerduan bunyi.

No comments:

Post a Comment